RongaTikel (Rongawi Artikel)

Mengenal Jenis-jenis Teks Bahasa Inggris Beserta Struktur & Contohnya
Oleh: Intan Aulia Husnunnisa

Reading merupakan salah satu aspek yang dinilai dalam tes kemahiran bahasa Inggris seperti pada TOEFL atau pun IELTS.  Nah, kalau berbicara tentang reading pasti tak lepas dari yang namanya kalimat dan teks bahasa Inggris.

Pada umumnya, macam-macam teks yang akan kamu pelajari di artikel ini nggak jauh berbeda dengan jenis teks dalam bahasa Indonesia. Masing-masing teks tersebut memiliki tujuan/fungsi sosial masing-masing. Jadi,  yuk kita cari tahu definisi, fungsi, struktur, dan contoh paragraf dari setiap teks-nya!

Pengertian Teks

Teks adalah sebuah tulisan yang disusun dengan kalimat yang memiliki konteks. Kalau dalam teori sastra, teks adalah segala benda yang dapat “dibaca”, baik benda tersebut berupa karya sastra, tanda jalan, atau gaya pakaian.

Tapi, dalam hal ini, cakupannya hanya akan seputar “tulisan” saja ya, guys . Maka dari itu, setiap teks bahasa Inggris memiliki struktur dan kaidah kebahasaan (language feature) dalam penulisannya.

Jenis-jenis Teks Bahasa Inggris

1. Descriptive Text 

Descriptive text bertujuan untuk menggambarkan/menjelaskan kepada pembaca mengenai seseorang, tempat, benda, hewan, dan hal lainnya secara detail. Pada teks ini, suatu objek akan dipaparkan secara rinci. Fungsinya supaya pembaca bisa membayangkan bagaimana bentuk, suasana, atau wujud dari suatu objek. Struktur dari  descriptive text adalah identification dan  description.

2. Explanation Text

Sederhananya, descriptive text  itu berisi mengenai penjelasan yang menjawab pertanyaan “what” atau “apa”. Nah, sementara,  explanation text adalah jenis teks untuk menjawab pertanyaan “how”, alias bagaimana. Jadi, teks eksplanasi berfungsi untuk menjelaskan bagaimana suatu hal bisa terjadi, sifatnya logis dan mendetail. 

Umumnya explanation text digunakan banyak orang untuk memaparkan fenomena alam, sosial, dan juga budaya. Supaya pembaca bisa semakin mudah untuk memahami isi teks, biasanya sang penulis akan melengkapi teks dengan gambar yang relevan. Struktur dari  explanation text adalah general statement, explanation , dan ada juga yang menambahkannya dengan conclusion.

3. Recount Text 

Kamu hobi mengabadikan pengalaman melalui tulisan? Nah, berarti  recount text bisa jadi salah satu teks yang cocok untuk kamu tulis. Jadi, recount  adalah teks yang menjelaskan cerita/pengalaman dari kejadian lampau, misal cerita traveling, mengikuti lomba, dan lain-lain. Struktur teks recount adalah  orientation, series of event, kemudian diakhiri dengan reorientation .

4. Narrative Text (Teks Naratif)

Apakah kamu sering mendengarkan kisah Cinderella dan sepatu kacanya? Yap!  Itu merupakan salah satu contoh dari narrative text atau narasi yang bersifat fiktif dan menghibur.  Narrative text merupakan sebuah teks yang biasa dijadikan sebagai bahan story telling  atau dongeng bahasa Indonesia mau pun bahasa Inggris. Generic structure dari narrative text adalah  orientation, complication, resolution, dan yang terakhir reorientation .

5. Report Text

Kalau membaca kata “report”, biasanya kita akan langsung teringat dengan “laporan”. Yap,  teks ini digunakan untuk menuliskan laporan/informasi dari suatu objek, atau bisa juga dari hasil penelitian. Hmm, apa bedanya dengan descriptive text?

Kalau tujuan dari teks deskripsi itu menceritakan sesuatu secara detail dan lebih spesifik. Nah , dalam report text, sebuah objek akan digambarkan secara umum. Contohnya adalah mengenai “My Cat”, lalu kamu menuliskan bagaimana warna kucing itu, siapa namanya, apa jenisnya, bagaimana ciri-cirinya,  etc.

Teks report akan memberikan deskripsi terhadap “Cat” pada umumnya. Misal kakinya ada berapa, bagian tubuhnya ada apa saja, and many more . Dalam teks ini, generic structure yang akan kamu temukan adalah   general classification dan description. 

Meskipun jenis teks bahasa Inggris-nya cukup banyak, kamu nggak perlu galau. Soalnya, English Academy kan sudah memberikan penjelasan masing-masing jenis teks yang populer pada artikel terpisah. Jadi, kamu bisa belajar dengan lebih detail melalui artikel tersebut. Semangat!

(Sumber: https://www.english-academy.id/blog/teks-bahasa-inggris)


Apa itu Desain Komunikasi Visual (DKV)? Berikut Keunggulan dan Prospek Karier Jurusan DKV

Bandung, 22 November 2023  

Perkembangan digital yang pesat memberikan kenyamanan bagi generasi saat ini untuk menyampaikan dan menerima informasi dengan sangat cepat. Kecepatan arus informasi tersebut membentuk karakter penerima informasi yang lebih cenderung menikmati konten visual dibandingkan konten berupa tulisan. Hal ini juga dikuatkan dengan pendapat Millward Brown (2017) yang menyebutkan gen Z lebih menyukai konten dalam bentuk visual dibandingkan tulisan. Konten visual lebih mudah diterima oleh gen Z karena memungkinkan mereka untuk memperoleh informasi sembari melakukan kegiatan lainnya. Hal ini meningkatkan kebutuhan terhadap kemampuan desain grafis. Salah satu program studi yang memfasilitasi hal tersebut adalah Desain Komunikasi Visual (DKV). 

Pengertian Desain Komunikasi Visual 

Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah studi yang mempelajari ilmu tentang penyampaian pesan dengan menggunakan elemen desain grafis, seperti huruf, warna, gambar, dan lay out. Dalam keilmuan DKV, hal yang dipelajari adalah cara mengolah pesan visual yang efektif secara informatif, komunikatif, dan efektif, yang dikemas sekreatif mungkin sehingga pesan dapat tersampaikan dengan tepat sasaran.  

Kenapa Memilih Jurusan Ini? 

Selain kebutuhannya yang semakin meningkat, jurusan ini cocok bagi kamu yang ingin mengeksplorasi bakat pada bidang desain lebih dalam lagi. Dalam prodi DKV, kamu akan mempelajari proses kreatif baik secara manual, ataupun menggunakan perangkat lunak desain grafis, videografi, fotografi, hingga membuat animasi. Di samping itu, DKV juga responsif menjawab kebutuhan industri dengan penyediaan ruang lingkup desain grafis, multimedia, periklanan, dan manajemen desain. Dengan demikian, jurusan DKV tidak hanya memfasilitasi hobimu dalam bidang desain, tetapi memberikan kesempatan agar hobi yang kamu miliki dapat bermanfaat. 

Apa yang Dipelajari di DKV? 

Untuk memenuhi kebutuhan DKV pada berbagai lingkup yang telah disebutkan, terdapat beberapa mata kuliah yang menunjang peningkatan skill mahasiswa DKV. Mata kuliah tersebut diantaranya, drawing for design, pengantar desain komunikasi visual, 3D art and interaction, estetika, visual making projectnew mediaentrepreneurship, komputer grafis, material and color in visual designeastern art reviewwestern art review, fotografi, desain ilustrasi, dan sebagainya. 

Prospek Kerja Jurusan Desain Komunikasi Visual 

Dalam industri kreatif, DKV memiliki prospek kerja yang cerah dalam bidang film & animasi, periklanan, game, dan pengembangan aplikasi. Peran pekerjaan bagi lulusan DKV juga beragam, mulai dari desainer grafis, illustrator, concept artist, desainer UI/ UX, desainer game, videographer, fotografer, desainer karakter, animator, art director, dan sebagainya. Namun, di samping hal tersebut, DKV juga memiliki prospek kerja yang semakin beragam di luar industri kreatif, mulai dari website developer, konsultan branding, penerbitan, advertising agency, hingga instansi pemerintahan.  

Jurusan Desain Komunikasi Visual Telkom University 

Dari banyaknya pilihan jurusan DKV, kamu tentu dapat menemukan jurusan DKV di Telkom University. Jurusan S1 DKV merupakan salah satu program studi di bawah Fakultas Industri kreatif (FIK). Jurusan DKV di Telkom University merupakan satu-satunya program tingkat sarjana strata satu yang berbeda dengan DKV pada umumnya. Selain diajarkan ilmu seni, kamu juga akan diajarkan ilmu manajemen. Dengan demikian, lulusan DKV Telkom University diharapkan memiliki kemampuan lebih unggul dibandingkan dengan mahasiswa DKV pada umumnya berkat adanya kolaborasi dua disiplin ilmu tersebut. Klik di sini untuk cari tahu lebih lanjut tentang DKV Telkom University. 

Penulis: Aqila Zahra Qonita | Editor: Daris Maulana | Foto: Public Relations | Content Research: Abyaz Fachri P.


Pengertian Desain Komunikasi Visual, Unsur, Ruang Lingkup, dan Fungsinya

Pernah dengar jurusan Desain Komunikasi Visual? Tahukah kamu apa pengertian Desain Komunikasi Visual atau DKV? Perlu diketahui, DKV adalah jurusan yang akan mempelajari konsep komunikasi menggunakan media, baik itu dalam bentuk tulisan, gambar, video, atau media visual lainnya. Jurusan ini dari tahun ke tahun tak pernah sepi peminat. Bahkan belakangan peminatnya justru melonjak. Tentu ini juga tak lepas dari perkembangan teknologi yang kian pesat.

Apakah kamu tertarik dengan DKV dan ingin tahu lebih dalam? Simak penjelasan singkat tentang pengertian desain komunikasi visual, unsur, ruang lingkup, serta fungsinya di bawah ini.

Pengertian Desain Komunikasi Visual (DKV)

Jika ada yang bertanya pengertian Desain Komunikasi Visual, tentu jawabannya ada beberapa jika dilihat dari para ahli. Namun, inti dari semua pengertian Desain Komunikasi Visual pada dasarnya sama. DKV merupakan ilmu yang mempelajari konsep komunikasi visual dalam ungkapan yang kreatif menggunakan elemen desain grafis seperti huruf, warna, gambar, juga  layout.

Fungsi DKV

Jika kamu ingin masuk jurusan DKV, kamu harus tahu jika ada beberapa fungsi penting dari DKV. Berikut di antaranya:

1.    Sebagai sarana untuk identifikasi

Artinya, DKV digunakan sebagai sarana untuk mengenal identitas sesuatu hal, misalnya produk. Ketika suatu barang atau produk telah memiliki identitas, kita sebagai konsumen akan lebih mudah mengenalinya.

2.    Sebagai sarana untuk instruksi dan informasi

Tujuan dari DKV salah satunya menunjukkan hubungan antara beberapa hal. Misal penempatan simbol di tempat umum (restoran, toilet, restoran, dan sebagainya). Simbol tersebut bertujuan menyampaikan informasi jika di kawasan tersebut ada tempat seperti yang tertera dalam simbol.

3.    Sebagai sarana promosi dan presentasi

Tujuan utama DKV yakni mendesain dan menyampaikan pesan sebaik mungkin menggunakan elemen grafis sehingga mampu mendapatkan banyak atensi dari mereka yang melihatnya. Untuk itu digunakan gambar yang menarik serta kata-kata yang sifatnya persuasif.

Unsur-unsur DKV

Ketika kamu berurusan dengan DKV, artinya kamu akan berurusan dengan enam unsur DKV. Enam unsur tersebut adalah bentuk, warna, ruang, format, garis, serta tekstur. Semuanya harus diperhatikan dengan teliti guna menciptakan media informasi yang statis serta dinamis.

  1. Bentuk merupakan semua hal yang memiliki tinggi, diameter, dan lebar. Bentuk dalam DKV ada beberapa jenis, yakni angka, huruf, simbol, serta bentuk nyata berupa hewan atau manusia.
  1. Warna merupakan unsur pelengkap, di mana setiap warna memiliki karakteristik yang mampu mempengaruhi pikiran dari orang yang melihatnya.
  1. Ruang digunakan untuk menciptakan efek dinamika dan estetik antara satu objek dengan objek lainnya.
  1. Format digunakan untuk memberikan kesan kontras dan penekanan pada suatu objek.
  1. Garis digunakan sebagai penghubung antara satu titik dengan titik lainnya untuk membentuk lengkung atau lurus.
  1. Tekstur digunakan untuk menambah kesan estetik dengan mengatur ketebalan suatu objek.

Ruang Lingkup DKV

Banyak karya DKV yang bisa kita nikmati dalam keseharian. Misal iklan di media cetak atau elektronik. Selain itu, ada pula iklan atau karya dalam bentuk brosur, poster, katalog, kemasan produk, hingga animasi. Semua itu adalah bagian dari DKV.

Beranjak dari hal tersebut, bisa dikatakan jika ruang lingkup DKV ini sangat luas. Meski begitu, ruang lingkupnya tak akan jauh dari desain multimedia, desain periklanan, desain grafis media, desain grafis industri, animasi ilustrasi, cerita bergambar, fotografi, serta videografi.

Bagi kamu yang hobi gambar, maka jurusan ini tentu saja akan sangat cocok dengan bakat dan minatmu.

Apa yang Dipelajari di DKV?

Berdasarkan dari ruang lingkup di atas, untuk bisa menguasai berbagai skill tersebut, tentu ada beberapa mata kuliah jurusan Desain Komunikasi Visual yang perlu dipelajari. Nah, berikut beberapa mata kuliah yang akan kamu pelajari:  material and color in visual design, komputer grafis, drawing for design, pengantar desain komunikasi visual,   eastern art review, western art review, fotografi, desain ilustrasi, 3D art and interaction, estetik , visual making project, new media, entrepreneurship, dan sebagainya.

Prospek Kerja Jurusan DKV

Dari tahun ke tahun kebutuhan akan lulusan DKV sangatlah tinggi. Tentu hal ini sejalan dengan berkembangnya industri kreatif. Bahkan hampir semua bidang perusahaan membutuhkan lulusan jurusan ini. Mulai dari perusahaan penerbitan,  website developer, konsultan brandingadvertising  agency, bahkan instansi pemerintahan juga membutuhkan lulusan DKV.

Tak hanya bekerja sebagai karyawan, seorang lulusan DKV juga bisa menjadi creativepreneur dengan mendirikan jasa percetakan dan periklanan, atau bekerja mandiri sebagai seorang  freelance. Selain itu, lulusan DKV juga banyak menjadi seorang sutradara, kurator seni, serta video editor.

Baca Juga:  Perbedaan Desain Grafis dan Desain Komunikasi Visual

Nah, itu dia penjelasan mengenai pengertian DKV dan aspek-aspek lain terkait dengan desain komunikasi visual. Apakah kamu tertarik untuk mendalami bidang tersebut? Jika iya, kamu bisa mempersiapkannya dari sekarang, dengan cara mulai membaca buku-buku atau artikel tentang desain komunikasi visual, bahkan kuliah di jurusan tersebut.



Apa sih yang akan dipelajari di Jurusan DKV? Sulit gak?

Nah sobat, untuk mengetahui apa saja yang akan kalian pelajari di jurusan DKV, simak postingan berikut ya!

Pada proses pembelajaran 3 tahun, para siswa SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual memfokuskan diri pada keahlian di bidang DKV. Tujuan utama dari SMK adalah agar siswanya bisa cepat bekerja setelah lulus, sehingga penekanan materi pembelajaran lebih kepada keahlian teknis, yaitu membuat sebuah karya desain. Siswa akan difokuskan pada penguasaan sebuah software desain, seperti CorelDraw, Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, dan sebagainya. Berikut adalah beberapa mata pelajaran yang akan diajarkan pada SMK Jurusan Desain Komunikasi Visual :

  • Dasar-dasar Seni Rupa
    Materi pokok mata pelajaran ini adalah membahas mengenai unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur ini diantaranya antara lain adalah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar.
  • Gambar
    Mata pelajaran ini membekali siswa dengan teknik, media, dan alat yang digunakan untuk menggambar sesuai jenis gambar yang dibuat.
  • Sketsa
    Materi pokok pada mata peajaran ini adalah tentang pengertian, jenis, sejarah awal, perkembahan, dan tokoh seniman sketsa.
  • Desain Publikasi
    Desain publikasi akan mempelajari tentang bagaimana merancang hingga membuat konsep karya desain publikasi baik indoor maupun outdoor. Siswa juga akan dibekali bagaimana mempresentasikan konsep dasar branding dan komunikasi pemasaran dengan desain publikasi, hingga menghitung biaya produksi desain.
  • Komputer Grafis
    Pada mata pelajaran Komputer Grafis siswa akan diajarkan untuk mengolah gambar secara digital dengan bantuan software- software yang ada untuk menghasilkan gambar-gambar yang menarik sesuai imajinatif kreatif para desainer. Siswa akan diajarkan dan dilatih menguasai tools-tools dari sebuah software desain, sehingga siswa bisa segera memahami tools yang akan digunakan dalam membuat sebuah karya desain.
  • Fotografi
    Pada mata pelajaran Fotografi ini siswa akan dikenalkan dengan berbagai macam jenis kamera, teknik penggunaan kamera, hingga mempresentasikan hasil karya fotografi. Siswa juga akan diajarkan bagaimana fotografi bisa menjadi sarana untuk menyampaikan informasi atau pesan sehingga selain menggunakan prinsip dan teknik secara estetika fotografi juga terdapat strategi untuk menyampaikan pesan tersebut.
  • Videografi
    Materi pokok pada mata pelajaran ini adalah bagaimana mempresentasikan konsep dan kegunaan videografi dalam Desain Komunikasi Visual, memahami proses dan teknik videografi hingga mempresentasikan hasil karya videografi. Secara teknis, siswa akan dibekali agar mampu berkarya videografi (membuat scenario iklan/film indie, storyboard, shooting/pengambilan gambar produksi, editing-dubing-pemberian animasi dan melakukan pasca produksi). Selain itu juga membekali peserta didik agar mampu melaksanakan editing video dengan software yang ada misalnya adobe premier,pinnacle dan corel video studio



Tempat PKL Magang Prakerin SMK Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual)

Halo guys, gimana nih kabarnya? Kalian SMK jurusan DKV dan masih bingung mau PKL dimana? Tenang, Gamelab punya solusinya!

Saat ini dunia kerja sedang mengalami penyesuaian karena adanya perkembangan teknologi. Hal ini juga memberi pengaruh lho, ke siswa SMK. Pengaruhnya apa nih ke dunia SMK? Jadi ketika dunia kerja mengalami perubahan, maka kurikulum di SMK pun ikut mengalami penyesuaian. Seperti apa perkembangannya? Yuk, kita simak pembahasan di bawah ini.

Jurusan DKV

Jurusan DKV atau Desain Komunikasi Visual ini merupakan salah satu jurusan di SMK yang mempelajari tentang konsep dan teknik desain grafis seperti tipografi, ilustrasi, fotografi, animasi dan sebagainya. 

Selama belajar di SMK jurusan DKV, siswa akan belajar menggunakan software desain grafis, menghasilkan karya-karya grafis dua dimensi yang kreatif, serta dilatih untuk berpikir kreatif dan inovatif serta berkolaborasi dalam tim. 

 

Kegiatan PKL DKV

Para siswa jurusan DKV akan mempratikkan secara langsung teori-teori yang sudah mereka dapatkan di sekolah. Harapannya kegiatan PKL ini dapat meningkatkan mutu para siswa dan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.

PKL adalah praktek kerja lapangan yang penting dan wajib diikuti oleh siswa SMK. Dulunya disebut dengan nama PRAKERIN (Praktik Kerja Industri). Tujuannya adalah memberikan pengalaman kerja langsung dan memenuhi hal-hal yang belum terpenuhi di sekolah agar standar kompetensi lulusan dapat tercapai.

Maksud adanya kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah untuk mencari pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Adapun sebenarnya juga menjadi syarat kelulusan juga lho teman-teman. Kegiatan PKL SMK DKV di Gamelab Indonesia adalah sebagai berikut: 

  • Tahap Pertama (biasanya bulan pertama) peserta akan kami berikan pelatihan. Pelatihan meliputi desain grafis, ilustrasi grafis, pembuatan komik digital, maupun game user interface. Di sini kamu bakalan dapat Sertifikat Kompetensi juga, lho. Seru kan? 
  • Tahap Kedua, setelah mendapatkan pelatihan peserta akan kami berikan proyek. Proyek ini menjadi bagian dari project-based learning (pembelajaran berbasis proyek) sehingga kamu akan mendapatkan pengalaman kerja sekaligus portofolio. Kami berharap peserta PKL di Gamelab nantinya bisa lebih cepat dapat tempat kerja. 



PKL di Era Modern

Jika mendengar istilah PKL, yang langsung terbayang di benak kita pasti adalah magang dan praktik langsung di industri. Tetapi, di era modern seperti saat ini, kegiatan magang atau PKL bisa dilakukan secara online, lho!

Eits, meski online, kita tetap belajar tentang budaya industri, SOP, cara kerja, komunikasi dengan rekan dan juga supervisor. Menarik kan?

Di Gamelab Indonesia, peserta akan melaksanakan PKL full secara daring. Akan tetapi, meskipun tidak datang langsung ke lokasi, peserta magang tetap akan merasakan pengalaman bekerja yang sesungguhnya. Proyek yang dikerjakan oleh peserta PKL di Gamelab Indonesia akan digunakan untuk kebutuhan industri, sehingga dalam pengerjaannya akan benar-benar dipantau dan dibimbing agar hasilnya sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

Berikut ini benefit yang bisa didapatkan dengan mengikuti PKL online di Gamelab Indonesia:

  • Mengerjakan real project
  • Mendapatkan bimbingan dan arahan langsung dari expert
  • Mempelajari dan mengikuti culture perusahaan
  • Tidak perlu bayar kos dan transportasi harian
  • Tidak perlu mengeluarkan uang makan dan jajan
  • Cukup sediakan niat, waktu (komitmen) dan paket data (internet)

Dengan platform yang sudah tervalidasi ini, PKL di Gamelab Indonesia akan menghadirkan setidaknya 3 tahapan penting untuk siswa SMK yaitu submission (pendaftaran), training (pelatihan) dan project-based learning (magang). 

Siswa SMK yang magang dan PKL akan mendapatkan:

  1. Bimbingan dan Pelatihan
  2. Studi Kasus Nyata (Proyek)
  3. Sertifikat Kompetensi Lulusan
  4. Sertifikat Magang dan
  5. Surat Bukti Magang.